1,349
likes
717
comments
daily view 0
monthly view 0
Live Analytics
Comments 0
Skandal Penyadapan Presiden Mencuat, Prof Gema Sebut Ada Dana Makar Rp25 T untuk Jatuhkan Prabowo Analytics Table
Income Estimates for Skandal Penyadapan Presiden Mencuat, Prof Gema Sebut Ada Dana Makar Rp25 T untuk Jatuhkan Prabowo
Based on this YouTube video's total view count of 145K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $102 - $291 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.
About Skandal Penyadapan Presiden Mencuat, Prof Gema Sebut Ada Dana Makar Rp25 T untuk Jatuhkan Prabowo
Explore Skandal Penyadapan Presiden Mencuat, Prof Gema Sebut Ada Dana Makar Rp25 T untuk Jatuhkan Prabowo with 145,629 views, 1,349 likes, and 717 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Pendiri Astronacci International Group Profesor Gema melontarkan tudingan keras terkait kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (5/11/2026), Gema mengaitkan kasus penyadapan tersebut dengan dugaan upaya makar dan sabotase terhadap program pemerintah. Ia bahkan menyebut ada dugaan aliran uang sebesar Rp25 triliun dari mafia koruptor untuk menghancurkan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo. "Penyadapan ini adalah makar bagian dari skandal uang muka 25 triliun yang dibayarkan oleh mafia koruptor dalam rangka menghancurkan grand design probonomics The Fishing Game yang pernah gua share tahun lalu," kata Gema. Menurutnya, penyadapan dilakukan untuk mengetahui rencana proyek pemerintah sebelum dijalankan, sehingga pihak tertentu bisa menyiapkan upaya sabotase. Gema menilai kondisi tersebut berpotensi memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, memperlebar polarisasi, hingga mendorong tuntutan agar Presiden Prabowo turun dari jabatannya. Ia juga menuding sejumlah pihak, mulai dari artis, influencer, mahasiswa hingga akademisi, dibayar untuk menyebarkan narasi negatif terhadap pemerintah. "Lalu alatnya apa? Mereka membayar oknum artis, influencer, mahasiswa, ekonom, akademisi, social media user," ujarnya. Gema kemudian menyebut tiga kelompok yang menurutnya menjadi pihak yang berseberangan dengan pemerintah, yakni mafia dan koruptor, oligarki asing maupun lokal, serta elite global Barat. Ia juga mengajak pendukung pemerintah untuk bersatu dan memboikot pihak-pihak yang dianggap menyebarkan narasi untuk menjatuhkan pemerintahan. Dalam pernyataannya, Gema bahkan menggunakan diksi keras dengan menyebut perlunya membinasakan pihak yang dianggap sebagai pengkhianat jika tidak mau bersatu. Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam dugaan proyek makar yang ia sampaikan. "Jangan tergabung di dalam proyek makar seperti ini karena kamu bisa berpeluang kena hukuman seumur hidup atau hukuman mati," kata Gema. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Nila Irda Editor Video: Pandu Widarwoko Uploader:
About YouTube Real-Time View Count
With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.
Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.
Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.
Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.
Embed Widget
Parameters:
fullscreen=true- Fullscreen countergraph=true- Live graph chartcounter=0/1/2- Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL
Click to copy the embed URL to your clipboard

