1,737
likes
455
comments
daily view 0
monthly view 0
Live Analytics
Comments 0
Varanasi - Menghadapi kematian tanpa rasa takut | DW Dokumenter Analytics Table
Income Estimates for Varanasi - Menghadapi kematian tanpa rasa takut | DW Dokumenter
Based on this YouTube video's total view count of 316K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $222 - $634 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.
About Varanasi - Menghadapi kematian tanpa rasa takut | DW Dokumenter
Explore Varanasi - Menghadapi kematian tanpa rasa takut | DW Dokumenter with 316,854 views, 1,737 likes, and 455 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.
Di India, Varanasi dianggap sebagai kota suci. Jutaan umat Hindu meyakini bahwa orang yang meninggal di kota yang terletak di tepi Sungai Gangga ini adalah orang yang beruntung. Karena jika mereka dikremasi di sini, mereka dapat memutus siklus abadi kelahiran, kematian, dan kelahiran kembali. Oliver Mayer tumbuh di bagian dunia, di mana kebanyakan orang dipengaruhi oleh tradisi Kekristenan yang mempercayai tentang kehidupan kekal. Di Varanasi, ia ingin memahami mengapa kematian dianggap sebagai keselamatan dari siklus reinkarnasi tanpa akhir. Ia sendiri telah mengalami pertemuan dengan kematian: Beberapa tahun yang lalu, ibunya meninggal, dan dia butuh waktu lama untuk menerima kenyataan sedih itu. Di Varanasi, dia terpesona oleh kenyataan bahwa kematian tidak selalu dipandang negatif dalam agama Hindu. Dia ingin tahu bagaimana orang-orang dapat menghadapi kematian dengan cara yang pragmatis dan tanpa rasa takut – bahkan seperti menantikannya. Oliver mengunjungi sebuah wisma perawatan khusus bagi orang yang sekarat di Varanasi. Di sini, dia menemukan pendekatan yang berbeda dan sikap lebih santai terhadap kematian. Dia bertemu dengan orang-orang luar biasa, termasuk pendeta dan kerabat yang merawat orang sekarat, para pekerja dari kasta rendah yang mengkremasi jenazah, dan anak-anak seperti Kajal yang berusia sembilan tahun. Kajal berpose dengan pakaian sebagai dewa Siwa untuk mendapatkan uang guna menghidupi dirinya, ibunya, dan adik laki-lakinya. #dokumenter #india #dwdocs ______ DW Dokumenter memberimu wawasan lebih dari hal yang biasa diberitakan. Di sini kamu bisa menonton film dokumenter terbaik yang diproduksi lembaga penyiaran publik Jerman dan rumah produksi bertaraf internasional. Kamu akan menemui banyak sosok yang membuat penasaran, mengenali rumitnya keseharian hidup, menjelajahi tempat-tempat terjauh dan mendalami isu terkini dan peristiwa global. Ayo subscribe dan jelajah dunia bersama kami di DW Dokumenter. Dokumenter ini juga bisa kamu ikuti di: ⮞ DW Documentary (English): @DWDocumentary ⮞ DW Documental (Spanish): @DWDocumental ⮞ DW Documentary وثائقية دي دبليو (Arabic): @dwdocarabia ⮞ DW Doku (German): @dwdoku ⮞ DW Documentary हिन्दी (Hindi): @dwdochindi ---- Ikuti DW Documentary di Instragram: https://www.instagram.com/dwdocumentary/ dan di Facebook: https://www.facebook.com/dwdocumental Mohon untuk membaca dan mengikuti kebijakan Netiket DW di kanal kami: https://p.dw.com/p/OBpw
About YouTube Real-Time View Count
With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.
Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.
Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.
Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.
Embed Widget
Parameters:
fullscreen=true- Fullscreen countergraph=true- Live graph chartcounter=0/1/2- Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL
Click to copy the embed URL to your clipboard

