129
likes
79
comments
daily view 0
monthly view 0

Share

Live Analytics

Comments 0

Letda Jihad Meninggal di Gudang Senjata, Kopassus: Diduga Karena Pistolnya Meledak Analytics Table

Income Estimates for Letda Jihad Meninggal di Gudang Senjata, Kopassus: Diduga Karena Pistolnya Meledak

Based on this YouTube video's total view count of 53.6K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $38 - $107 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.

About Letda Jihad Meninggal di Gudang Senjata, Kopassus: Diduga Karena Pistolnya Meledak

Explore Letda Jihad Meninggal di Gudang Senjata, Kopassus: Diduga Karena Pistolnya Meledak with 53,650 views, 129 likes, and 79 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.

Download aplikasi berita TribunX di PlayStore atau AppStore untuk mendapatkan pengalaman baru. =================WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta -- Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal dunia akibat ditembak oleh rekan sejawatnya. Kopassus menyatakan, insiden yang menewaskan perwira muda TNI Angkatan Darat tersebut terjadi akibat kelalaian dan ketidaksengajaan saat berada di gudang senjata. Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Indra Mardianto menegaskan, peristiwa tersebut bukan merupakan aksi penembakan yang disengaja. Insiden itu terjadi di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/10/2026). "Itu kejadiannya di gudang senjata, pistol meledak, murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan," ujar Indra dalam keterangannya, Senin (26/10/2026). Indra mengatakan, kejadian tersebut terekam kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV). Rekaman itu menjadi salah satu informasi yang disampaikan Kopassus untuk menjelaskan insiden tersebut sekaligus membantah narasi yang menyebut Jihad tewas akibat ditembak rekannya. "Tidak ada istilah penembakan ya, kalau penembakan jadi kesannya sengaja," kata Indra. Meski demikian, Kopassus belum membeberkan secara terperinci kronologi insiden tersebut, termasuk bagaimana pistol bisa meletus hingga menyebabkan Jihad meninggal dunia. Identitas pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian dan kemungkinan keterlibatan personel lain juga belum dijelaskan secara terperinci. Untuk memastikan penyebab kejadian, kasus tersebut dilimpahkan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta guna menjalani penyelidikan lebih lanjut. Langkah tersebut diperlukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya anggota Batalyon 26 Grup 2 Kopassus itu. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan kondisi senjata saat kejadian, kronologi insiden, serta ada atau tidaknya unsur pelanggaran yang perlu dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pernyataan Kopassus mengenai kelalaian dan ketidaksengajaan menjadi penjelasan awal dari pihak satuan. Adapun kepastian mengenai penyebab dan tanggung jawab atas insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan Polisi Militer. Berita Selengkapnya klik tautan di bawah ini : https://wartakota.tribunnews.com/video Penulis: Joanita Ary Editor Video: Galih Lungit Uploader: Galih Lungit #beritajakarta #beritaviral #wartakota

About YouTube Real-Time View Count

With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.

Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.

Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.

Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.

Embed Widget

Parameters:

  • fullscreen=true - Fullscreen counter
  • graph=true - Live graph chart
  • counter=0/1/2 - Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL

Click to copy the embed URL to your clipboard