338
likes
125
comments
daily view 0
monthly view 0

Share

Live Analytics

Comments 0

Orangtua Bocah yang Tewas Tanpa Kepala Minta Polisi Ungkap Dugaan Lain Analytics Table

Income Estimates for Orangtua Bocah yang Tewas Tanpa Kepala Minta Polisi Ungkap Dugaan Lain

Based on this YouTube video's total view count of 48.1K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $34 - $96 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.

About Orangtua Bocah yang Tewas Tanpa Kepala Minta Polisi Ungkap Dugaan Lain

Explore Orangtua Bocah yang Tewas Tanpa Kepala Minta Polisi Ungkap Dugaan Lain with 48,106 views, 338 likes, and 125 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.

TRIBUN-VIDEO.COM - Bambang Sulistio dan Melisari, orangtua bocah PAUD yang ditemukan tewas di parit tanpa kepala, mengaku tak yakin pada penyelidikan kepolisian yang menyatakan bahwa korban tewas lantaran terpeleset ke parit dan terbawa arus banjir. Dikutip dari Kompas.com, Bambang dan Melisari mengaku sudah berbicara dengan Kapolresta agar tak lagi menjadikan opsi sang anak terpeleset dijadikan penyelidikan. Ia meminta agar dibuka opsi lain penyelidikan terkait kematian sang buah hati. Ditemui di kediamann ya di Gunung Lingai Samarinda, Sabtu (14/12/2019), Bambang mengatakan bahwa dirinya tak percaya bahwa sang anak terpeleset di parit depan PAUD, lalu terbawa arus hingga ke lokasi penemuan jasad di Jalan Antasari II, Teluk Lerong Ilir. Lokasi PAUD dan tempat penemuan jasad Yusuf diketahui berjarak sejauh 4 kilometer. Bambang mengaku menemukan kecurigaan lain setelah dia bersama tim relawan menyusuri saluran drainase dari titik PAUD ke lokasi penemuan jasad. Sepanjang lokasi tersebut, pihaknya menemukan ada dua titik teralis besi penyaring sampah yang terpasang di saluran drainase. Menurut Bambang, sulit diyakini tubuh anaknya bisa menembus dua teralis besi tersebut. Tak hanya itu, ketinggian sedimentasi juga nyaris menutup ruang drainase. Hal tersebut dinilai menyulitkan benda besar seperti tubuh balita lolos dalam saluran itu. Lebih jauh, menurut Bambang, semua saluran drainase di Jalan Wahab Syaharie bermuara ke Polder Air Hitam. Sementara, di Polder pun terpasang jaring besi di setiap sisi buangan air. Bambang menduga ada tindak pidana dalam kasus hilangnya Yusuf. Dari dugaan itu, ia kemudian meminta polisi menyelidiki kemungkinan kejahatan dari kejanggalan-kejanggalan yang dia temukan itu. Diketahui, Yusuf bocah 4 tahun awalnya dinyatakan hilang di PAUD Jannatul Afhtaal Jalan Wahab Syaharie, Samarinda Kalimantan Timur 22 November 2019. Dua pekan berlalu, jasad korban ditemukan dalam keadaan tanpa kepala di dalam parit, Minggu (8/12/2019). (Tribun-Video.com/Nila) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kecurigaan Orangtua Murid PAUD yang Tak Yakin Anaknya Hilang Terpeleset ke Parit", https://regional.kompas.com/read/2019/12/15/12052121/kecurigaan-orangtua-murid-paud-yang-tak-yakin-anaknya-hilang-terpeleset-ke?

About YouTube Real-Time View Count

With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.

Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.

Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.

Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.

Embed Widget

Parameters:

  • fullscreen=true - Fullscreen counter
  • graph=true - Live graph chart
  • counter=0/1/2 - Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL

Click to copy the embed URL to your clipboard