19
likes
1
comments
daily view 0
monthly view 0
Live Analytics
Comments 0
PROSES PEMBUATAN GERBANG DARI BAMBU ( LASUGI / WALASUJI )! Analytics Table
Income Estimates for PROSES PEMBUATAN GERBANG DARI BAMBU ( LASUGI / WALASUJI )!
Based on this YouTube video's total view count of 6.08K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $4 - $12 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.
About PROSES PEMBUATAN GERBANG DARI BAMBU ( LASUGI / WALASUJI )!
Explore PROSES PEMBUATAN GERBANG DARI BAMBU ( LASUGI / WALASUJI )! with 6,088 views, 19 likes, and 1 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.
Bagi masyarakat Bugis-Makassar, Sula Eppa Wala Suji adalah gambaran tentang kesempurnaan alam semesta yang mempengaruhi nilai-nilai kemanusiaan. Empat sisi wala suji biasanya masih dapat ditemukan dalam pesta pernikahan adat Bugis-Makassar. Yakni anyaman bambu persegi empat yang biasa menjadi hantaran pihak laki-laki untuk mempelai perempuan. Dikutip dari jurnal Pusat Studi Pedesaan Unhas 'Hurupu ' Sulapa' Eppa', Etika Lingkungan dan Kearifan Lokal oleh M. Asar Said Mahbud, Dalam Jurnalnya konsep 'Sulapa' Appa' dijelaskan almarhum Prof DR Mattulada, budayawan Sulawesi Selatan yang juga guru besar Universitas Hasanuddin Makassar, konsep tersebut ditempatkan secara horisontal dengan dunia tengah. Masyarakat Bugis-Makassar memandang dunia sebagai sebuah kesempurnaan. Kesempurnaan yang dimaksud meliputi empat persegi penjuru mata angin, yaitu timur, barat, utara, dan selatan. Wala Suji menggunakan pohon bambu, karena menurut sejarahnya pohon bambu dipercaya memiliki makna filosofi. Pohon bambu adalah sejenis tumbuhan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Ada satu sisi dari pohon bambu dapat dijadikan bahan pembelajaran bermakna, yakni pada saat proses pertumbuhannya. Pohon bambu ketika awal pertumbuhannya atau sebelum memunculkan tunas dan daunnya terlebih dahulu menyempurnakan struktur akarnya. Akar yang menunjang ke dasar bumi membuat bambu menjadi sebatang pohon yang sangat kuat, lentur, dan tidak patah sekalipun ditiup angin kencang.  Asal usul walasuji ialah istilah wala suji tidak asing lagi bagi orang Bugis. Jika Anda pernah mengunjungi acara adat atau perkawinan Kerabat orang Bugis, tentu Anda akan melihat suatu Baruga (gerbang) yang dikenal dengan nama Wala Suji di depan pintu rumah mempelai atau yang melaksanakan hajatan. Wala Suji adalah anyaman bambu yang bermotif segi empat belah ketupat. Wala suji berasal dari kata wala, yang berarti pemisah atau pagar atau penjaga dan suji yang berharfiah putri. Wala Suji adalah sejenis pagar bambu dalam acara ritual yang berbentuk belah ketupat. Menurut almarhum Prof DR Mattulada, budayawan Sulawesi Selatan yang juga guru besar Universitas Hasanuddin Makassar, konsep tersebut ditempatkan secara horisontal dengan dunia tengah. Masyarakat Bugis-Makassar memandang dunia sebagai sebuah kesempurnaan. Kesempurnaan yang dimaksud meliputi empat persegi penjuru mata angin, yaitu timur, barat, utara, dan selatan. Mengapa Wala Suji harus menggunakan pohon bambu, karena pohon bambu dipercaya memiliki makna filosofi. Pohon bambu adalah sejenis tumbuhan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Ada satu sisi dari pohon bambu dapat dijadikan bahan pembelajaran bermakna, yakni pada saat proses pertumbuhannya. Pohon bambu ketika awal pertumbuhannya atau sebelum memunculkan tunas dan daunnya terlebih dahulu menyempurnakan struktur akarnya.  Akar yang menunjang ke dasar bumi membuat bambu menjadi sebatang pohon yang sangat kuat, lentur, dan tidak patah sekalipun ditiup angin kencang. hal tersebut mengajarkan kepada manusia agar tumbuh, berkembang dan mencapai kesempurnaan bergerak dari dalam ke luar, bukan sebaliknya. Lebih jauh memahami filosofi pohon bambu tersebut, bahwa menjadi apa sesungguhnya kita ini sangat tergantung pada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan kita tentang âKeimanan kepada Allah SWTâ yang terdapat dalam hati (qalbu) kita masing-masing. Wala Suji ini merupakan cikal bakal tulisan lontara. Karena pada masa-masa itu belum ada yang namanya pulpen, pensil dan sejenis alat tulis lainnya. Huruf lontara ini pada awalnya dipakai untuk menulis tata aturan pemerintahan dan kemasyarakatan. Naskah ditulis pada daun lontar menggunakan lidi atau kalam yang terbuat dari ijuk kasar. sumber : http://kabarmakassar.com/posts/view/1611/makna-dibalik-sulapa-eppa-lawa-suji-bugis-makassar.html
About YouTube Real-Time View Count
With SocialCounts.orgâs view counter, track your YouTube videoâs live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.
Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views trackerâbuilt for accuracy and minimal delay.
Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.
Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.orgâs smart tracking tools.
Embed Widget
Parameters:
fullscreen=true- Fullscreen countergraph=true- Live graph chartcounter=0/1/2- Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL
Click to copy the embed URL to your clipboard

