

Kasus Ijazah Gibran, Bukti Rusaknya Sistem Bernegara? | GASPOL Ft Sudirman Said
56,080
Socialcounts.Org
433
likes
107
comments
daily view 0
monthly view 0
Live Analytics
Comments 0
Kasus Ijazah Gibran, Bukti Rusaknya Sistem Bernegara? | GASPOL Ft Sudirman Said Analytics Table
Income Estimates for Kasus Ijazah Gibran, Bukti Rusaknya Sistem Bernegara? | GASPOL Ft Sudirman Said
Based on this YouTube video's total view count of 56.0K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $39 - $112 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.
About Kasus Ijazah Gibran, Bukti Rusaknya Sistem Bernegara? | GASPOL Ft Sudirman Said
Explore Kasus Ijazah Gibran, Bukti Rusaknya Sistem Bernegara? | GASPOL Ft Sudirman Said with 56,080 views, 433 likes, and 107 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengatakan, perkara ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hanya “puncak gunung es” dari banyaknya persoalan yang ditimbulkan kerusakan sistem bernegara. Menurut Sudirman, sistem bernegara rusak akibat utak-atik hukum yang digunakan untuk meraih, memperpanjang, dan memperluas kekuasaan. Sudirman menilai, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal ijazah Gibran merupakan ujian legitimasi terhadap kekuasaan. Menurut dia, momentum ini seharusnya digunakan penyelenggara negara untuk mengembalikan legitimasi kekuasaan. Sudirman pun menyayangkan sikap Gibran dalam menanggapi Putusan MK yang seolah tidak menganggap serius persoalan ini. Menurut dia, demi meredam kegaduhan publik, Gibran dan para pejabat negara seharusnya membuat pernyataan yang menenangkan. Simak obrolan selengkapnya! 00:00 Intro 03:09 Ijazah SMA Gibran, dan Arah Bernegara 06:44 Negara Bukan Penjamin Keadilan, Malah Menjamin Kekuasaan 14:29 Pasal Sisipan, Tak Mungkin Orang KPU Lama Tak Mengerti 17:36 Elit Harus Pegang Etik, Bukan Sekedar Hukum 22:20 Ijazah Gibran, Ganggu Legitimasi Prabowo? 28:47 Apa Ruginya Rakyat Akibat Dinasti Politik? 35:48 Gibran Mesti Sampaikan Statement Resmi Negara 41:09 Kenapa Jokowi-Prabowo Bertemu Jelang Putusan MK? #GaspolPodcast #GaspolKompascom #Gaspol #E73_2026 Bergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini: https://www.youtube.com/channel/UCPAxpUn1mrn14xU0JpsLhDg/join ***** Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. Follow kami di media sosial: Facebook: https://www.facebook.com/KOMPAScom/ Instagram: https://www.instagram.com/KOMPAScom/ Twitter: https://twitter.com/kompascom Tiktok: https://tiktok.com/@kompascom
About YouTube Real-Time View Count
With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.
Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.
Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.
Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.
Embed Widget
Parameters:
fullscreen=true- Fullscreen countergraph=true- Live graph chartcounter=0/1/2- Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL
Click to copy the embed URL to your clipboard