173
likes
152
comments
daily view 0
monthly view 0
Live Analytics
Comments 0
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Gibran, Gun Romli Minta Aparat hingga DPR Periksa Terbitnya Suket Analytics Table
Income Estimates for MK Tak Temukan Bukti Ijazah Gibran, Gun Romli Minta Aparat hingga DPR Periksa Terbitnya Suket
Based on this YouTube video's total view count of 31.4K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $22 - $63 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.
About MK Tak Temukan Bukti Ijazah Gibran, Gun Romli Minta Aparat hingga DPR Periksa Terbitnya Suket
Explore MK Tak Temukan Bukti Ijazah Gibran, Gun Romli Minta Aparat hingga DPR Periksa Terbitnya Suket with 31,472 views, 173 likes, and 152 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Politisi PDIP Gun Romli mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini disampaikan lewat Instagram pribadinya pada Rabu (7/10/2026) Menurutnya, putusan itu menutup proses di MK, tetapi tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana Gibran bisa lolos sebagai calon wakil presiden. Gun Romli menjelaskan, MK menyatakan permohonan tidak dapat diterima. Alasannya adalah kedudukan hukum (legal standing) pemohon dan keterbatasan waktu. Ia menegaskan, putusan itu bukan berarti Gibran terbukti memenuhi syarat. Sebaliknya, ia menyoroti pertimbangan hukum MK. Menurutnya, MK tidak menemukan bukti ijazah SMA atau dokumen setara atas nama Gibran, sebagaimana diwajibkan Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf i UU Pemilu. "Proses hukum telah ditutup, namun fakta-faktanya masih terbuka lebar," ujarnya. Gun Romli menilai kunci persoalan ada pada surat klarifikasi penyetaraan pendidikan yang terbit pada 2019. Ia mempertanyakan dasar penerbitannya jika ijazah SMA tidak pernah ditemukan. Ia mengajukan sejumlah pertanyaan: siapa yang memprosesnya, siapa yang menandatanganinya, dan siapa yang mengesahkannya. Menurutnya, jawaban atas pertanyaan itu bisa berujung pada perkara pidana. Gun Romli juga menyebut adanya kecurigaan kuat soal manipulasi dalam penerbitan dokumen tersebut. Dokumen negara yang terbit tanpa dasar jelas, kata dia, bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan sudah masuk ranah pemalsuan surat dan penyalahgunaan dokumen. Ia meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti persoalan ini. Menurutnya, tidak seorang pun boleh kebal hukum. Selain jalur hukum, Gun Romli menyebut jalur politik juga masih terbuka. DPR, kata dia, berhak menelusuri pihak-pihak di balik penerbitan dokumen tersebut. DPR juga bisa mempertanyakan alasan KPU menyetujui pencalonan Gibran. Jika terbukti, DPR dapat menyampaikan pendapatnya, lalu membawa perkara ke MK dan MPR sesuai mekanisme Pasal 7A dan 7B UUD 1945. "Dua jalan, satu tujuan, keadilan," kata Gun Romli. Ia menyebut sanksi hukum bagi pihak yang memanipulasi, dan pemakzulan bagi yang tidak memenuhi syarat. Ia menambahkan, keputusan MPR bukan akhir, melainkan awal. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Nurma Aisyah Editor Video:Daniel Dwi Y Uploader: bagus gema praditiya sukirman
About YouTube Real-Time View Count
With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.
Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.
Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.
Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.
Embed Widget
Parameters:
fullscreen=true- Fullscreen countergraph=true- Live graph chartcounter=0/1/2- Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL
Click to copy the embed URL to your clipboard

