38
likes
3
comments
daily view 0
monthly view 0
Live Analytics
Comments 0
Mozaik Gerakan Kiri Eps 49 | Prijo | Ketika Represi Makin Keras, Gerakan Mengubah Cara Bergerak Analytics Table
Income Estimates for Mozaik Gerakan Kiri Eps 49 | Prijo | Ketika Represi Makin Keras, Gerakan Mengubah Cara Bergerak
Based on this YouTube video's total view count of 1.53K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $1 - $3 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.
About Mozaik Gerakan Kiri Eps 49 | Prijo | Ketika Represi Makin Keras, Gerakan Mengubah Cara Bergerak
Explore Mozaik Gerakan Kiri Eps 49 | Prijo | Ketika Represi Makin Keras, Gerakan Mengubah Cara Bergerak with 1,535 views, 38 likes, and 3 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.
Prijo Wasono lahir dan besar di Cilacap. Ketertarikannya pada gerakan dimulai sejak SMA, ketika ia melihat demonstrasi warga di kampung sebelah yang menolak penggusuran untuk perluasan Pertamina. Bertahun-tahun kemudian, ia baru mengetahui bahwa aksi tersebut diorganisir oleh Komite Rakyat, organisasi yang menjadi wadah para aktivis yang telah lulus dari FKMY. Tahun 1993, Prijo masuk Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan mengambil jurusan sejarah. Di kampus, ia bertemu dosen progresif yang membuka perspektif baru tentang sejarah berdirinya Orde Baru, kekuatan yang menopangnya, serta praktik represinya. Dari sana, Prijo bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Solo (IMS), kelompok diskusi yang membahas politik, sejarah, budaya, dan berbagai teori sosial. Diskusi dan perdebatan menjadi bagian penting dalam pembentukan dirinya sebagai aktivis. IMS juga memiliki perpustakaan yang menjadi sumber bacaan bagi anggota. Buku-buku diburu di pasar buku loak Solo dan kemudian dibahas bersama. Pada 1994, IMS terlibat dalam konsolidasi gerakan mahasiswa nasional di Bogor. Di internal IMS sendiri muncul perdebatan mengenai arah organisasi: apakah bergabung dalam konsolidasi nasional, tetap menjadi komite lokal, atau bergerak dalam pola LSM. Menjelang Pemilu 1997, Solo mengalami ākuningisasiā ketika berbagai fasilitas umum dicat kuning. Fenomena ini memunculkan gerakan rakyat anti-kuningisasi. Pada periode yang sama, SMID Solo mulai bersentuhan dengan PDI pro-Megawati yang sedang ditekan rezim Soeharto. Prijo kemudian menghadiri deklarasi PRD pada 22 Juli 1996 di kantor YLBHI. Lima hari kemudian pecah tragedi 27 Juli. PRD dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan sejumlah aktivis mulai diburu. Buku serta dokumen organisasi diamankan, sementara sebagian aktivis memilih bertahan di kampus. Dalam situasi represi tersebut, PRD mengubah struktur organisasinya menjadi bawah tanah. Komunikasi dilakukan melalui email, pager, dan kemudian kurir ketika komunikasi elektronik dianggap tidak lagi aman. Komite-komite aksi dengan nama dan koordinator yang terus berganti juga digunakan untuk menghindari penangkapan. Prijo turut menceritakan pengalaman Suyat, anggota struktur perjuangan bersenjata PRD yang kembali diam-diam ke Solo setelah terluka dalam peristiwa Bom Tanah Tinggi 1998. Ia sempat bersembunyi di rumah seorang kawan sebelum akhirnya ditangkap. Setelah Soeharto jatuh, muncul pertanyaan besar: mengapa gerakan rakyat tidak mampu mengambil alih kekuasaan? Menurut Prijo, salah satu persoalannya adalah ketidaksiapan struktur gerakan menghadapi situasi pasca-Reformasi. Dalam Pemilu 1999, ia mengakui PRD kalah dalam logistik, kampanye, popularitas, dan perolehan suara. Melihat gerakan mahasiswa hari ini, Prijo menekankan pentingnya mahasiswa menyatu dengan rakyat, bukan membangun jarak melalui identitas kampus. Ia juga mengkritik gerakan yang terlalu moralisākuat dalam mengkritik kekuasaan, tetapi tidak menyiapkan kekuatan untuk mengambil alih kekuasaan. Di sisi lain, gerakan hari ini mengalami kekosongan teori yang akhirnya banyak diisi oleh influencer. Episode ini membawa kita menelusuri perjalanan Prijo Warsono dari aktivis kampus, gerakan rakyat, represi pasca-27 Juli, perjuangan bawah tanah, hingga refleksi tentang mengapa gerakan yang berhasil menjatuhkan Orde Baru belum berhasil memenangkan kekuasaan politik.
About YouTube Real-Time View Count
With SocialCounts.orgās view counter, track your YouTube videoās live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.
Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views trackerābuilt for accuracy and minimal delay.
Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.
Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.orgās smart tracking tools.
Embed Widget
Parameters:
fullscreen=true- Fullscreen countergraph=true- Live graph chartcounter=0/1/2- Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL
Click to copy the embed URL to your clipboard

