

PANAS! AMIEN RAIS: Jokowi Mungkin Salah Satu Oknum yang Tidak Boleh Dianggap Enteng!
42,556
Socialcounts.Org
625
likes
388
comments
daily view 0
monthly view 0
Live Analytics
Comments 0
PANAS! AMIEN RAIS: Jokowi Mungkin Salah Satu Oknum yang Tidak Boleh Dianggap Enteng! Analytics Table
Income Estimates for PANAS! AMIEN RAIS: Jokowi Mungkin Salah Satu Oknum yang Tidak Boleh Dianggap Enteng!
Based on this YouTube video's total view count of 42.5K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $30 - $85 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.
About PANAS! AMIEN RAIS: Jokowi Mungkin Salah Satu Oknum yang Tidak Boleh Dianggap Enteng!
Explore PANAS! AMIEN RAIS: Jokowi Mungkin Salah Satu Oknum yang Tidak Boleh Dianggap Enteng! with 42,556 views, 625 likes, and 388 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-MEDAN.COM - Tuding KPU "Selundupkan Gibran" hingga Desak Presiden Prabowo Yakinkan Jokowi agar Wapres Mundur. Mantan Ketua MPR RI Amien Rais kembali mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya. Pernyataan itu dilontarkan dalam kanal Youtube pribadi Amien Rais Official yang dikutip pada Senin (12/10/2026). Ia bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan dengan meyakinkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa putranya sudah waktunya melepaskan posisi orang nomor dua di Indonesia tersebut. Desakan itu disampaikan Amien setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan terkait permohonan yang mempersoalkan dokumen pendidikan Gibran. Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu menilai polemik tersebut berkaitan dengan proses pencalonan Gibran pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ia pun melontarkan tudingan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menurutnya telah meloloskan Gibran sebagai calon wakil presiden. Dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Senin (12/10/2026), Amien menyoroti putusan MK yang menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mendiskualifikasi Gibran dari jabatan wakil presiden. Amien mempertanyakan proses yang memungkinkan Gibran mengikuti Pilpres 2024 di tengah persoalan dokumen pendidikan yang kembali menjadi sorotan. Ia menuding KPU telah meloloskan Gibran meskipun, menurut penilaiannya, terdapat persoalan terkait persyaratan pendidikan. Amien juga mengaitkan pencalonan putra Jokowi itu dengan latar belakang keluarganya. Pernyataan tersebut merupakan tudingan Amien terhadap KPU, bukan kesimpulan hukum yang dinyatakan MK. Persoalan dokumen pendidikan Gibran menjadi salah satu pokok yang dipersoalkan dalam permohonan tersebut. Amien juga mengkhawatirkan polemik itu dapat memperbesar ketidakpuasan masyarakat terhadap proses politik nasional. Menurutnya, kritik dan kekecewaan publik berpotensi meluas apabila persoalan tersebut terus berlarut-larut. Ia bahkan memperingatkan kemungkinan munculnya gejolak sosial apabila kekecewaan masyarakat tidak tertangani. Amien mengingatkan agar situasi tersebut tidak berkembang menjadi gejolak yang sulit dikendalikan oleh aparat keamanan dan pertahanan. Di tengah kritiknya, Amien secara khusus meminta Prabowo mengambil langkah politik dengan berbicara langsung kepada Jokowi. Ia menilai Presiden perlu meyakinkan pendahulunya itu agar Gibran bersedia mundur dari jabatan wakil presiden. Amien juga berpendapat pemerintahan Prabowo dapat bekerja lebih produktif apabila Gibran tidak lagi mendampinginya sebagai wakil presiden. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Amien menginginkan Prabowo mengambil peran untuk mendorong perubahan posisi Gibran. Ia menghubungkan desakan itu dengan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketidakpuasan publik. Meski demikian, permintaan Amien merupakan pandangan politiknya. Pengunduran diri atau pemberhentian wakil presiden tidak serta-merta terjadi hanya karena desakan seorang tokoh, melainkan harus mengikuti ketentuan konstitusi dan mekanisme hukum yang berlaku. Polemik ini muncul setelah MK memutus permohonan yang mempersoalkan dokumen pendidikan Gibran. Dalam putusan yang disinggung Amien, MK menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mendiskualifikasi Gibran dari jabatan wakil presiden. Dengan demikian, putusan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai perintah agar Gibran mundur dari jabatannya. Tudingan Amien terhadap KPU dan desakannya agar Gibran melepaskan posisi wakil presiden juga perlu dibedakan dari amar putusan pengadilan. Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Amien telah mengarahkan tuntutannya kepada Prabowo dan Jokowi. Ia berharap keduanya mempertimbangkan agar Gibran mengakhiri masa jabatannya sebagai wakil presiden, di tengah polemik mengenai proses pencalonan pada Pilpres 2024. Editor Video : chandra Bergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan: https://www.youtube.com/channel/UCwFc1bMj5KFxX8BJ1wBRuzw/join Baca selengkapnya di www.tribun-medan.com #ytshorts #amienrais #prabowo #jokowi #TribunMedan
About YouTube Real-Time View Count
With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.
Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.
Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.
Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.
Embed Widget
Parameters:
fullscreen=true- Fullscreen countergraph=true- Live graph chartcounter=0/1/2- Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL
Click to copy the embed URL to your clipboard