288
likes
432
comments
daily view 0
monthly view 0

Share

Live Analytics

Comments 0

Marak Pungli! PKL Sate Padang di Bintaro Tangsel Dipalak Rp 200 Juta, Kini Akhirnya Pindah Lapak Analytics Table

Income Estimates for Marak Pungli! PKL Sate Padang di Bintaro Tangsel Dipalak Rp 200 Juta, Kini Akhirnya Pindah Lapak

Based on this YouTube video's total view count of 164K views and industry-standard rates, the estimated total earning is $115 - $328 through ad revenue. Historical data is not yet available to calculate daily, weekly, or monthly averages.

About Marak Pungli! PKL Sate Padang di Bintaro Tangsel Dipalak Rp 200 Juta, Kini Akhirnya Pindah Lapak

Explore Marak Pungli! PKL Sate Padang di Bintaro Tangsel Dipalak Rp 200 Juta, Kini Akhirnya Pindah Lapak with 164,184 views, 288 likes, and 432 comments. Experience the impact of this video content that has captured audience attention.

Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/966767/marak-pungli-pkl-sate-padang-di-bintaro-tangsel-dipalak-rp-200-juta-kini-akhirnya-pindah-lapak Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM- Pedagang sate Padang di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, memilih memindahkan lokasi berjualan setelah mengaku menjadi korban pungutan liar dan pemerasan. Pedagang bernama Dayat tersebut sebelumnya berjualan di sekitar depan RS Premier Bintaro. Kini, ia memindahkan lapaknya ke kawasan Sektor 9. Kasus ini mencuat setelah unggahan di media sosial viral. Dilaporkan, nominal pungutan tersebut mencapai Rp 200 juta. Awalnya, korban disebut diminta menyerahkan uang Rp 20 juta. Lalu, kembali diminta senilai Rp60 juta. Dari dua permintaan tersebut, total uang yang disebut telah diberikan mencapai Rp 80 juta. Terakhir, Dayat kembali diminta menyerahkan uang sebesar Rp 170 juta, namun permintaan itu tidak dipenuhi. Terkait kejadian ini, Polsek Pondok Aren turun tangan untuk memastikan informasi tersebut. Polisi mendatangi kediaman Dayat bersama Unit Reskrim dan Unit Intelijen untuk meminta keterangan langsung. Dari pemeriksaan awal, polisi membenarkan Dayat diduga menjadi korban pemalakan atau pemerasan. Namun, polisi masih mendalami jumlah uang yang sebenarnya telah diberikan korban. Aparat juga mengaku telah mengantongi sejumlah bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana pemerasan. Polisi telah menyarankan Dayat untuk membuat laporan resmi agar kasus tersebut dapat diproses secara hukum. Namun, hingga kini Dayat dan keluarganya masih mempertimbangkan langkah tersebut. Sementara itu, polisi membantah adanya dugaan penggunaan senjata tajam. Ia menjelaskan, memang terdapat senjata tajam jenis celurit di sekitar lokasi. Namun, senjata tersebut tidak digunakan untuk menodong atau mengalungkan ke korban. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Adila Ulfa Muna Risna Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani Uploader: Panji Anggoro Putro

About YouTube Real-Time View Count

With SocialCounts.org’s view counter, track your YouTube video’s live view count and YouTube likes count in real time with fast, reliable updates.

Watch every YouTube video live view count rise with our real-time YouTube views tracker—built for accuracy and minimal delay.

Follow YouTube real time views as they happen, using our dedicated view counter for YouTube videos.

Get up-to-date live view count on YouTube and see real-time growth with SocialCounts.org’s smart tracking tools.

Embed Widget

Parameters:

  • fullscreen=true - Fullscreen counter
  • graph=true - Live graph chart
  • counter=0/1/2 - Select counter (0=likes, 1=views, 2=comments)
URL

Click to copy the embed URL to your clipboard